Sepak Terjang Farras Raihan, Ketua BEM UNY yang Diduga Jadi Korban Tindak Anarkis Dosen Arwan Nur Ramadhan

Sepak Terjang Farras Raihan, Ketua BEM UNY yang Diduga Jadi Korban Tindak Anarkis Dosen Arwan Nur Ramadhan

BeritakanID.com - Berikut Profil singkat Farras Raihan ketua BEM UNY yang diduga korban anarkis oknum dosen bernama Arwan Nur Ramadhan.

Hal itu terjadi ketika mahasiwa UNY menggelar aksi demo terkait polemik PPKMB tahun 2024.

Ternyata aksi itu berlangsung rusuh, dan Farras Raihan diduga jadi korban anarkis oknum dosen yakni Arwan Nur Ramadhan.

Dalam tindakan anarkis tersebut, Farras Raihan selaku ketua BEN UNY diduga dicekik oleh Arwan Nur Ramadhan.

Dikutip Kilat.com dari instagram @gardabiru.uniy kejadian ini dialami Farras Raihan pada hari Selasa 6 Agustus 2024.

Mahasiswa UNY yang tergabung dalam BEM menggelar aksi bahwa tidak adany transparansi Open Recruitment Kepanitiaan PKKMB

Saat menyampaikan orasi terjadi perdebatan sehingga mahasiswa mendapatkan repersifitas dari pihak keamanan.

Bahkan beberapa mahasiswa di tarik bahkan ada seorang mahasiswa yang dipiting 3 orang oleh pihak keamanan.

Tak berselang lama ketika mereka kembali melakukan orasai datang oknum dosen yang tiba-tiba mencekik salah satu dari mereka.

Ternyata sosok dosen tersebut adalah Arwan, sehingga dirinya dianggap menunjukkan tidak dihormatinya norma yang ada.

"Hal ini bisa dibuktikan dengan sikap yang ditunjukkan oleh salah satu oknum dosen yang melakukan tindak kekerasan kepada mahasiswa nya" tulis akun tersebut.

Lantas siapa sebenarnya Farras Raihan, dan bagaimana sepak terjangnya di UNY, ini profilnya
Farras Raihan merupakan mahasiswa UNY jenjang diploma (DP) manajemen pemasaran tahun 2021 program sarjana terapan.

Ia sendiri merupakan ketua BEM UNY tahun 2024.

Soal intimidasi dari dosen bukan kali pertama dialami oleh Farras Raihan selaku ketua BEM di UNY.

Dirinya pernah mendapat intimidasi dari pihak kampus ketika mengkritisi soal kenaikan UKT.

Bentuk intimidasi yang dialami oleh Farras Raihan kala itu adalah berupa ancaman pencabutan beasiswa bidik misi atau Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Bahkan akibat intimidasi itu, Farras Raihan pun tak segan melaporkan pihak kampus ke Ombudusman Republik Indonesia.

la mengaku mendapat tekanan dan intimidasi dari kampus setelah mengkritisi kebijakan UKT yang berlaku di kampusnya yang dinilai terlalu tinggi.

"Melaporkan berkaitan dengan tekanan-tekanan yang hadir, intimidasi-intimidasi yang hadir," kata Farras Raihan dikutip Kilat.com dari instagram @storyrakyat.

Farras juga mengaku, pihak kampus mengancam akan mencabut beasiswa Bidikmisi yang ia miliki.

Selain itu, ada juga temannya yang diancam akan dinaikkan UKT-nya menjadi golongan paling tinggi.

"Ada juga dari teman saya itu kenaikan golongan UKT-nya, yang awalnya sekian jadi dinaikkan UKT paling maksimal," pungkasnya. (*)

Sumber: kilat

TUTUP
TUTUP