Kendeng, Pegunungan di Pati-Jateng, yang Jadi Rebutan Perusahaan Semen dan Warga

Kendeng, Pegunungan di Pati-Jateng, yang Jadi Rebutan Perusahaan Semen dan Warga

BeritakanID.com - Kendeng adalah sebuah wilayah perbukitan  yang membentang di beberapa wilayah Kabupaten di Jawa Tengah. Salah satunya adalah kabupaten Pati

Pegunungan Kendeng  memiliki simpanan air yang melimpah untuk kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Bukan saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pegunungan Kendeng juga memberi aliran air untuk tanaman  para petani.

Namun lebih dari itu pegunungan Kendeng juga menyimpan material yang luar biasa. Salah satunya adalah untuk bahan baku produksi semen.

Hal itu menarik para pengusaha kecil menengah untuk mengambil materialnya dengan cara menggempur.

Mereka menggempur material yang ada di pegunungan Kendeng untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari keperluan bangunan sampai digunakan produksi semen skala sedang.

Tampaknya kandungan material pegunungan Kendeng menarik perusahaan besar semen PT. SMS dan PT. SI.
Perusahaan ini lantas mengajukan ijin mengeksplorasi pegunungan Kendeng untuk mengambil materialnya dengan cara mendirikan Pabrik Semen di dua wilayah Rembang dan Pati. Hal itu mengundang reaksi masyarakat setempat.

Aksi penolakan masyarakat terjadi. Mereka melakukan penolakan dengan aksi demo, bukan saja dilakukan di wilayah pegunungan Kendeng, namun juga sampai ke Jakarta. Bahkan dalam aksi demo di Jakarta beberapa waktu lalu, warga ada yang melakukan aksi cor semen kakinya.

Penolakan  masyarakat terus terjadi, hingga mengundang pihak lain, termasuk LSM Lingkungan. Mereka melakukan pendampingan masyarakat Kendeng melalui jalur birokrasi, termasuk ke Komnas HAM, Kantor KSP, Kementerian Lingkungan Hidup dan sebagainya. Namun proses pengajuan perijinan tetap berjalan sampai mereka mendapatkan hak ijin untuk mendirikan pabrik Seme. Hingga sampai bulan Maret 2023 kemarin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan perintah menghentikan pembangunan Pabrik Semen, walau sudah memiliki ijin.

Masalah pegunungan Kendeng sebenarnya terjadi sudah lama sekali, sekitar 10 tahun lebih. Sejak jaman Bupati Kabupaten Pati, Tasiman berganti ke Bupati Hariyanto sampai pejabat Bupati yang sekarang.

Sumber: kbanews

TUTUP
TUTUP