BeritakanID.com - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai pengangkatan Azas Tigor Nainggolan sebagai Komisaris PT Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta adalah bentuk pembungkaman.
Menurutnya, hal itu dilakukan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono agar Azas tak lagi mengkritik keras jalannya pemerintahan di DKI. Mengingat, Azas adalah tokoh yang lantang mengkritik semasa DKI dipimpin Anies Baswedan.
"Mungkin ini cara-cara pemgbungkaman alus ya, menarik mereka yang kritis menjadi komisaris agar mereka tidak bersuara lagi," kata Ujang saat dikonfirmasi, Minggu (26/3/2024).
Ujang menilai apa yang dilakukan Heru adalah hal yang lumrah. Karena pemberian tempat atau jabatan bagi orang-orang yang kritis itu sudah terjadi sejak zaman Orde Baru atau kepresidenan Soeharto.
"Itu kan biasa dilakukan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah, ini saya melihatnya sih seperti pola umum saja yang dilakukan oleh Heru," kata dia.
"Dan itu terjadi di masa Orde Baru hingga masa kini, dimana kalau ada orang yang kritis dimanapun gitu dia ditarik dan di rayu-rayu di kasih tempat," sambungnya.
Kendati begitu, Ujang menilai apa yang dilakukan Heru Budi kurang baik karena dapat melemahkan sistem pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan di DKI Jakarta.
"Kalau pengkritik dijadikan itu semua, maka lalu siapa yang akan menjadi kritikus? Yang bisa mengawal atau mengawasi pemerintah daerah DKI Jakarta," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Forum Warga Kota (Fakta) Jakarta, Azas Tigor Nainggolan resmi diangkat sebagai Komisaris PT Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta. Tigor mengakui bahwa dirinya sudah dilantik oleh pemegang saham sejak Selasa, 21 Maret 2023.
"Ya saya diangkat menjadi Komisaris PT LRT Jakarta mulai 21 Maret 2023," kata Tigor saat dikonfirmasi Populis.id, Jum'at (24/3/2023).
Sumber: populis