Perihal Pemberian Nama Yohanes Pada Anies, Wasekjen Demokrat: Satu Persen Saja dari Proses Baptis Tak Terpenuhi

Perihal Pemberian Nama Yohanes Pada Anies, Wasekjen Demokrat: Satu Persen Saja dari Proses Baptis Tak Terpenuhi

BeritakanID.com - Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menanggapi terkait pemberian nama Yohanes dari tokoh adat Papua kepada Anies Baswedan yang kemudian menjadi olok-olokan oleh sejumlah pihak. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Anies telah dibaptis.

Jansen menilai, dari video yang juga dibagikan di cuitannya itu sama sekali tidak memenuhi proses pembaptisan sehingga tidak bisa dikatakan Anies telah dibaptis saat mengunjungi Rumah Doa Alfa Omega, Sentani, Jayapura, Papua.

“Ini mah bukan baptis. 1 porsen saja dr proses baptis ini tak terpenuhi. Lebih panggilan dr jemaat yg didatangi. Knp mereka panggil gitu ya tanya yg divideo itu. Aku sebenarnya tak setuju yg gini2 normal2 ajalah,” kata Jansen melalui akun Twitter @jansen_jsp dikutip KBA News, Senin, 9 Januari 2023.

Jansen menjelaskan tentang proses pembaptisan. Dia mengatakan Baptis itu ada prosesnya.

Adapun mayoritas orang-orang yang dibaptis saat masih kanak-kanak, orang tuanya lah yang harus mengikuti pendidikan di gereja agar anaknya bisa dibaptis. Namun, jika orang tersebut sudah dewasa, yang bersangkutan lah yang harus belajar dengan pendeta baru bisa dibaptis dan baptis itu menggunakan air.

“Terakhir, menurutku: kedepan jemaat Kristen dimanapun berada tak perlulah “nyematkan panggilan2″ tertentu ke orang lain. Mau siapapun dia. Biarlah tiap orang dgn identitasnya. Krn dinegara ini kita boleh kok berbeda agama. Namun tetap jd saudara sebangsa dibawah kitab konstitusi,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Cahaya dari Timur Foundation Billy David Nerotumilena mengatakan pemberian nama Yohanes bukan atas permintaan Anies maupun pihak pengelola Rumah Doa Alfa Omega.

“Dan pemberian nama Yohanes itu, kan sebenarnya bukan kami yang meminta. Bukan Pak Anies juga pun yang meminta supaya diberikan gelar nama,” kata Billy.

“Itu inisiatif beliau sendiri Pak Ondoafi memberikan gelar. Termasuk pembicaraan ketika menyambut juga sepenuhnya unscripted. Bukan hal di-script, dia harus bacakan. Enggak. Itu percakapan yang dia coba bangun dengan tamu yang datang gitu,” sambungnya.
Berbicara dalam podcast Angga PF berjudul “Gado Gado Nalar Ade Armando” di akun Youtube @Cerita Orang Dalam Selasa malam, 27 Desember 2022, anak Pimpinan Rumah Doa Alfa Omega Pendeta Robert Nerotumilena tersebut menjelaskan sosok yang mengangkat sebagai anak dan menyematkan nama Yohanes termasuk mengalungkan noken kepada Anies itu adalah Ondoafi (Kepala Adat) yang disegani di Jayapura, terutama di Sentani, Boas Assa Enoch.

“Kenapa dia sampai menyambut di depan, bukan kami sebagai yang punya rumah, ayah saya atau ibu saya? Karena di sana kan sangat memegang erat adat, sangat menghargai betul kepala suku, tokoh adat ada di sana. Sehingga secara kultur, yang harus menyambut itu adalah tokoh adat yang dituakan di sana,” jelas Billy.

Penyematan nama Yohanes dan pengalungan noken tersebut sarat nilai-nilai kultural dan juga filosofis.

Pemberian nama itu bagian kearifan lokal setelah sebelumnya kepala adat Sentani tersebut “mengangkat” Anies sebagai anak. Ini merupakan tradisi untuk memuliakan tamu. “Ini sebenarnya wujud penghargaan sebagai tamu yang datang,” jelas Billy, yang sejak tahun 2013 bekerja bersama Anies Baswedan.

Terkait pemberian nama Yohanes, sambungnya, karena masyarakat di Papua lebih familiar dengan nama-nama tokoh yang terdapat dalam Alkitab.

“Dan kita pun kan sebenarnya enggak punya hak untuk melarang ya. Karena siapa pun, kan berhak memberikan nama termasuk tokoh adat yang di sana. Dan pemberian nama itu juga bukan satu hal yang harus kita anggap serius yang kemudian harus mengurus dokumen dan administrasi untuk mengubah nama dan seterusnya. Enggak,” ungkapnya.

Sementara terkait pengalungan tas rotan khas Papua tersebut, katanya melanjutkan, ini juga memiliki makna yang dalam. Karena sudah dianggap sebagai anak sendiri, Ondoafi lalu menitipkan sesuatu kepada Anies.

“Termasuk yang disimbolkan di situ, kita menitipkan aspirasi yang dimasukkan ke dalam noken. Sebenarnya filosofis sekali. Yang biasa dilakukan oleh seorang tokoh adat, ya seperti itu,” tandasnya.

Sumber: kba

TUTUP
TUTUP