Dari Bonek untuk Aremania di Kanjuruhan, Dari Surabaya untuk Malang

Dari Bonek untuk Aremania di Kanjuruhan, Dari Surabaya untuk Malang

BeritakanID.com - Ribuan Bonek ikut mendoakan Aremania suporter fanatik Arema FC korban tragedi Kanjuruhan Malang.

Doa bersama Bonek untuk Aremania itu sekaligus menyampaikan rasa bela sungkawa dan mendoakan agar tragedi itu tidak akan pernah terulang lagi.

Doa ribuan Bonek untuk Aremania di Kanjuruhan itu digelar di Tugu Pahlawan, Senin 3 Oktober 2022 malam, hingga penuh sesak.

Selain menggelar doa bersama untuk Aremania, ribuan Bonek dan warga Surbaya itu juga menyalakan ribuan lilin.

Itu dilakukan Bonek tepat pada pukul 19.27 yang merujuk tahun kelahiran tim berjuluk The Green Force itu.

Selain menyalalan 1.000 lilin, Bonek juga melakukan tabur bunga di lokasi tersebut.

Persebaya melalui akun Instagram resminya menyampaikan aksi itu bertajuk ‘Dari Surabaya untuk Malang’.

Ribuan Bonek dan seluruh warga Surabaya datang ke Tugu Pahlawan untuk mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan 1 Oktober

Semoga segala amal ibadah korban diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Tuhan Yang Maha Esa

Semoga keluarga korban dikuatkan dengan kesabaran dan ketabahan

Yang paling penting, semoga tidak ada lagi tragedi berdarah di sepak bola

Tidak ada lagi rivalitas berlebihan, tidak ada permusuhan, semua tembok diruntuhkan demi satu kata, kemanusiaan.

Tidak ada apapun di dunia ini yang seharga dengan nyawa

Humanity above football

Al-fatihah

Demikian keterangan dalam unggahan terbaru akun Instagram Persebaya itu.

Untuk diketahui, Persebaya dan Arema FC adalah dua tim yang sama-sama berasal dari Jawa Timur.
Rivalitas keduanya juga sudah berlangsung sejak lama meski dulu Persebaya berlaga di perserikatan, sedangkan Arema di Galatama.

Rivalitas itu pula yang tertancam cukup dalam pada masing-masing suporter fanatik. Bonek dan Arema.

Kedua tim bukan saja terlibat rivalitas tinggi. Melainkan juga gengsi dan identitas diri serta basis supoter yang sama-sama besar.

Baik Persebaya maupun Arema sama-sama memiliki falsafah yang sama.

Persebaya boleh kalah dari tim manapun, tapi tidak dengan Arema. Demikian juga Arema sebaliknya.

Boleh kalah dari tim manapun, asalkan jangan dari Persebaya.

Kekalahan di Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam itu juga yang memantik kemarahan Aremania sampai turun ke lapangan.

Apalagi, itu adalah kekalahan pertama Arema atas Persebaya atas rekor panjang 23 tahun.

Jadi, ini momen tepat bagi masing-masing pendukung kedua tim untuk mengakhiri rivalitas panas di luar lapangan.

Sumber: pojok

TUTUP
TUTUP