BeritakanID.com - Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti nama seluruh (31) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta.
“Kita perlu mendukung @aniesbaswedan untuk mewujudkan revolusi kesehatan publik di Jakarta,” kata Pandu, dikutip dari akun Twitter-nya, @drpriono1, Jumat, 5 Juli 2022.
Sebagaimana dijelaskan Gubernur Anies saat pencanangan kebijakan tersebut di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu, 3 Juli 2022, melalui penjenamaan (branding) menjadi “Rumah Sehat untuk Jakarta”, peran Rumah Sehat (RS) tidak lagi hanya berorientasi kuratif dan rehabilitatif sehingga orang datang ke RS karena sakit dan ingin sembuh seperti selama ini. Namun perannya ditambah pada aspek promotif dan preventif (pencegahan).
Dengan demikian, masyarakat berkunjung ke RS tak hanya saat sakit, namun juga dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas kesehatannya. Sehingga masyarakat menjadikan kesehatan sebagai tujuan dan cara hidup.
Tak sekadar berganti nama, Rumah Sehat Untuk Jakarta juga merupakan komitmen mewujudkan transformasi layanan kesehatan termasuk di antaranya transformasi digital. Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Kemenkes mengintegrasikan Rekam Medik Elektronik dengan Platform SATU SEHAT. Platform ini membuka jalan untuk mewujudkan Integrasi Rekam Medik Elektronik di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Instagram @aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Instagram @aniesbaswedan)
Selain fitur pendaftaran online, Dinas Kesehatan juga memfasilitasi warga Jakarta dengan berbagai fitur layanan upaya kesehatan berbasis masyarakat seperti skrining Penyakit Tidak Menular, Skrining Kesehatan Jiwa, Skrining Calon Pengantin, Pencatatan imunisasi serta informasi dan edukasi lainnya yang terintegrasi di dalam satu platform JakSehat.
Pandu mengajak masyarakat untuk benar-benar memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan Rumah Sehat pasca kebijakan penjenamaan tersebut agar selalu sehat. Warga bisa cek status kesehatan secara berkala dan skrining keberadaan petanda awal munculnya penyakit. Jadi tidak lagi menunggu sakit baru ke Rumah Sehat.
“Ayo kita bahwa manfaatkan layanan kesehatan jangan kalau sudah sakit dan sering terlambat. Kita manfaatkan semua Rumah Sehat yg tersedia agar kita tetap sehat dan produktif. Bisa skrining kondisi tubuh secara berkala atau layanan vaksinasi dan ikut program kebugaran,” tandasnya.
Sumber: kba