BeritakanID.com - Anies berprinsip dipuja tidak terbang dihina tidak tumbang, terbukti sekali lagi. Bukan tanggung-tanggung, kini Gubernur Anies dipuji tidak kurang oleh mantan Pelapor Khusus PBB Bidang Perumahan Layak Huni Ms. Leilani Farha asal Kanada. Leilani seakan-akan tak mendengar cercaan bertubi-buti menyerang Anies dan menuduhnya tak becus bekerja.
Pujian internasional memang bukan baru kali ini diterima Anies dari tokoh maupun Lembaga-lembaga bereputasi internasional.
Pagi tadi masih viral di media sosial, fakta, bahwa Anies menjadi tokoh pertama dari Indonesia yang diundang menjadi pembicara di Lembaga top dunia di Inggeris, Chattam House. Anies tampil di sana beberapa waktu, dalam perjalanannya ke Inggris, Jerman, dan Prancis, memenuhi undangan berbagai Lembaga di negeri-negeri Eropa itu serta pembicaraan bilateral dengan Walikota London.
Tadi pagi, dalam sebuah video yang diunggah di akun media sosial Tatak Ujiyati, Farha memuji program perumahan yang digagas Anies sesuai dengan HAM dan tak ada penggusuran paksa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
“Gubernur DKI Jakarta telah melakukan langkah-langkah fundamental dengan membangun rumah yang layak bagi warganya dan sesuai dengan HAM. Gubernur juga tidak melakukan penggusuran selama menjabat,” ujar Leilani Farha kagum.
Farha juga dikenal sebagai seorang pengacara Kanada dan Direktur Global THE SHIFT, sebuah inisiatif perumahan.
Dalam masa jabatannya sebagai Pelapor Khusus 2014-2020, Farha berfokus pada ketidaksetaraan ekonomi.
Ia mengkampanyekan hak atas perumahan yang layak bagi kelompok terpinggirkan.
Farha telah mengambil bagian dalam misi di seluruh dunia untuk memeriksa kondisi hak perumahan dan mengembangkan kebijakan untuk menerapkan hak-hak tersebut. Tolok ukur PBB tentu saja adalah sejauhmana pemerintah di negara-negara melindungi hak-hak asasi manusia dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Anies dipandang unggul di sini karena itu berhak atas pengakuan ini. Pujian Farha bukan tanpa alasan. Mengingatkan di era kepemimpinannya, Gubernur Anies membangun beberapa kampung yang dulunya digusur oleh Ahok.
Dalam kasus penggusuran Kampung Susun Kunir, di era Anies pembangunan di sini diperuntukkan bagi warga Pinangsia yang menjadi korban penggusuran.
“Kampung Susun Kunir adalah salah satu wujud komitmen dari kami untuk memastikan warga mendapatkan hunian yang layak ketika mereka rumahnya harus digusur untuk kepentingan publik,” kata Anies kepada media.
Anies berjanji Kampung Susun Kunir akan menjadi tempat tinggal layak seperti Kampung Susun Akuarium.
Nantinya, Kampung Susun Kunir akan ditempati 33 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban penggusuran.
“Bukan sekedar mengeksekusi rencana pemerintah, tapi memastikan bahwa warga bisa hidup layak. Karena bila kita mengalami hal yang sama, pasti kita ingin pemerintah mengurusi warganya dengan baik,” ujar Anies.
Kepedulian PBB terhadap perumahan layak bagi warga kota bukanlah baru. Khusus pada permasalahan menimpa rakyat kecil di ibukota sudah sejak dulu Jakarta dikunjungi Pelapor Khusus PBB Bidang Perumahan Layak, seperti pada kunjungan Ms. Raquel Rolnik di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Marunda, Jakarta Utara, dan di tempat-tempat komunitas rakyat kecil lainnya, pada beberapa tahun yang lalu.
Dikatakan, tujuan utama PBB ke Indonesia adalah untuk memperoleh informasi mengenai pemajuan hak atas perumahan yang layak melalui dialog dengan pemangku kepentingan terkait serta melihat secara langsung hasil pembangunan perumahan di lapangan,” kata Raquel Rolnik.
Menurut catatan Kementerian Perumahan Rakyat kondisi dan permasalahan perumahan di Indonesia memiliki kemiripan dengan kondisi di negara-negara berkembang. Dalam hal ini digarisbawahi kondisi yang menyangkut mental masyarakat yang lebih terbiasa dan lebih memilih untuk tinggal di rumah tapak daripada rumah susun.
Maka, kemajuan yang dihasilkan oleh Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies Baswedan patut mendapat pengakuan menonjol dari PBB dan badan-badan internasional lainnya.
“You deserve it, Mr. Governor,” komentar berbagai expat kepada KBA News, hari ini, Kamis, 4 Agustus 2022 di Jakarta sambil mengacungkan jempolnya.
Sumber: kba