BeritakanID.com - Apa itu klitih? Kamus Bahasa Jawa SA Mangunsuwito, kata klitih adalah bentuk pengulangan dari klitah-klitih yang memiliki makna jalan bolak-balik.
Pakar Bahasa Jawa sekaligus Guru Besar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Pranowo, menjelaskan bahwa klitah-klitih masuk kategori dwilingga salin suara atau kata ulang berubah bunyi. Kata tersebut sama halnya dengan pontang-panting dan mondar-mandir.
Adapun kata klitah, Pranowo mengartikan sebagai kegiatan keluyuran atau jalan-jalan yang tidak jelas arahnya. Kata klitah-klitih sama sekali tidak mengandung unsur negatif. Tetapi sekarang, Pranowo menyebut kata ini dipakai untuk menunjuk aksi-aksi kejahatan dan kriminalitas. “Katanya pun hanya dipakai sebagian, menjadi klitih atau nglitih yang maknanya cenderung negatif,” imbuh dia.
Baca Juga
Sejak 1990-an Istilah klitih marak di pemberitaan media sekitar 2016. Tercatat, ada 43 kasus kekerasan yang melibatkan remaja saat itu.
Kemunculan kriminal yang melibatkan remaja sudah ada sejak 1990-an. Diberitakan pada 7 Juli 1993, Kepolisian Wilayah (Polwil) DIY mulai memetakan geng-geng remaja di Yogyakarta yang sering melakukan aksi kejahatan. Hingga pada 2000-an, Wali Kota Yogyakarta kala itu, Herry Zudianto geram dan mengeluarkan instruksi agar pelajar Yogyakarta yang terlibat tawuran dikembalikan ke orang tua atau dikeluarkan dari sekolah.
“Akhirnya beberapa pelajar yang kemudian sadar, tidak lagi terlibat. Tapi anak-anak yang masih dalam lingkaran kekerasan, mencari atau melampiaskan ke jalanan. Inilah kemudian terjadi penyimpangan makna klitih,” ujar Sosiolog Kriminalitas UGM Soeprapto.
Kemudian, mereka pun berkeliling kota mencari musuh secara acak. Sehingga, motif kekerasan yang dulunya balas dendam, saat ini semakin beragam. Bahkan kini, aksi pelajar tersebut sudah menggunakan alat-alat seperti rantai, gir sepeda motor, celurit, golok, dan senjata tajam lainnya.